Minggu, 30 September 2012

Malam Bulan Kedua

Suatu malam di bulan kedua
Suara rintih kesakitan menggema
menyiksa siapaun pendengarnya
bertaruh memcahkan batu di dalam air

senyum mereka begitu indah
samar dalam ingatan tapi pasti
cinta mereka telah terbit
dengan alunan merdu penyeru kebaikanNya

keringat penuh perjuangan belum kering
mereka harus kembali gelap setelah terbit mentari
hanya karena mereka menginginkan ak hidup
buah hati yang bahkan belum mereka kenal

seakan waktu berabad-abad
mereka menanti penuh kasih
dalam lautan suka berbalut duka
menangis di dalam senyuman

berharap keadilan Tuhan untuk anaknya
semangat mereka
pengorabanan mereka
air mata mereka
senyuman mereka
dan tenaga yang telah meraka kuras
hanya untuk melihat tumbuhnya
bidadari mereka


#love you
terimakasih karena sayang kalian ak masih bisa berdiri disini








Tidak ada komentar:

Posting Komentar