“Hai anak Adam, Sungguh kami telah
menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Namun,
pakaian taqwa itulah yang paling baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda
kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS. al-A’raf[7]: 26)
Permasalahan
yang dihadapi Islam saat ini bukanlah permasalahan pelik seperti dahulu sebelum
tersebarnya Islam secara luas di muka bumi ini, misalnya perang. Tidak juga
antara pemikiran tokoh satu dengan lainnya. Lebih pada kemerosotan para
penganutnya terlebih pada cara berpakaian, utamanya untuk para muslimah.
Kepedulian
orang tua pada anak menjadi salah satu faktor yang secara langsung mempengaruhi
moral anak itu sendiri. Kebanyakan dari mereka kurang memperhatikan pergaulan
anaknya, cenderung cuek juga mendukung apa saja yang anaknya minta dan lakukan,
tanpa tahu dengan siapa dan bagaimana anaknya bergaul. Mereka hanya tahu bahwa
anak bergaul dengan baik, padahal belum tentu pergaulan yang ada disekitarnya
baik untuk moral anaknya. Hal ini yang menjadi salah satu dasar kemerosotan
moral selain masalah Agama yang paling utama. Dimana pada masa sekarang ini
agama sudah dipisahkan dari kehidupan manusia.
Musuh-musuh
Islam sungguh cerdik dalam menggunakan trik penghancuran kepada Islam. Mereka
juga menggunakan cara-cara yang lebih halus daripada zaman dahulu. Tehnologi
dan media informasi digunakan sebagai alat penghancuran antar sesama umat
Islam. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan mereka yakni menjatuhkan Islam
kedalam lubang kekufuran.
Pengaruh
yang diberikan sangat kuat menjadikan tergesernya moral bangsa. Tidak hanya
moral dalam tataran sikap dan karakteristik namun juga pada moral ke Islamanya.
Indonesia (dikutip dari Republik
Science bersumber dari Kaskus.us)
adalah negara dengan penganut Islam 182,570,000 orang. Sebagai Negara
yang memiliki banyak penganut Islam, Indonesia menjadi salah satu Negara yang
luar biasa. Apakah kualitasnya sesuai dengan kuantitas yang ada untuk saat ini?
Umat
Islam mulai mengakulturasikan
agamanya dengan budaya-budaya yang datang dari barat. Banyak yang ditiru dari
kaum barat seperti cara hidupnya, bergaulnya, berkomunikasi bahkan sampai cara
berpakaiannya. Perempuan dan remaja yang lebih banyak menjadi incaran atau
sasaran kaum kafir. Pada usia remaja mereka sedang mencari jati diri tanpa tahu
yang benar dan yang buruk. Para remaja di kota besar lebih cenderung meniru
hal-hal yang dianggapnya gaul. Sehingga seks bebas pun tidak menjadi suatu yang
aneh.
Pakaian
adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk menutupi dan melindungi seluruh
atau sebagian tubuhnya dari sengatan panas ataupun bekunya dingin. Lebih
tepatnya lagi sesuatu yang menutupi tubuh. Sudah menjadi fitrah manusia untuk
menutupi tubuhnya, sehingga dia dapat melindungi dirinya dari berbagai gangguan
dan perubahan cuaca. Fungsi lainnya pakaian dapat menjadi suatu hal yang memperindah
penampilan sang pemakai. Lebih dalam lagi pakaian dimaknai sebagai penutup
aurat manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
Pakaian Muslimah
Banyak kita jumpai sekolah-sekolah
yang hampir seluruh murid perempuannya berjilbab. Dewasa ini jilbab hanyalah
sebagai bentuk ‘keren-keren’, tidak termasuk keren kalau tidak mengenakan
jilbab. Bukan menjadi sebuah kewajiban yang memang seharusnya dipakai dan
dijaga. Inilah pikiran yang telah tercampuri dengan budaya-budaya orang kafir,
dimana mereka tidak akan pernah berhenti mengacaukan fikiran dan keyakinan kita
sebelum kita mengikuti mereka. Jika mereka tidak dapat membuat para muslimah
melepas hijabnya, maka yang mereka lakukan adalah mempengaruhi muslimah agar
berhijab tapi menyimpang dari tuntunan syari’at yang telah Allah firmankan
dalam Al-Qur’an.
Realitas
keadaaan sekarang ini, di Indonesia banyak pengguna jilbab yang menyimpang dari
tuntutan yang telah di syari’atkan. Jilbab yang dikenakan hanya digunakan
dengan mode tapi tidak berfungsi seperti seharusnya. Banyak fungsi dari jilbab
itu sendiri salah satunya adalah penutup aurat. Menutup aurat ini dapat
diartikan bahwa apa yang tidak boleh diperlihatkan dan harus ditutupi. Termasuk
menutupi dada, sedangakan perempuan era ini mengenakan jilbab hanya sekenanya
saja. Asal sudah menutup rambut menurutnya sudah cukup, tapi dada mereka tidak
tertutupi dengan rapat.
Banyak
juga yang berpakaian layaknya tidak berpakaian, meniru para kaum kafir yakni
memakai celana jeans dengan tenang dan bahkan senang apabila lawan jenis
memberikan pandangan kepadanya. Lebih parahnya pakaian-pakaian mereka hanya di
pentingkan untuk mencari popularitas semata, mengenakan pakaian yang mencolok
agar dibicarakan oleh orang lain. Dengan jelas dalam hadist riwayat Abu Dawud dan
Ibnu Majah, Allah tidak suka dengan hal yang seperti itu dan menjajikan sebuah
pakaian kehinaan di hari kiamat nanti serta membakarnya di neraka.
Naudzubillahmin dzalik.
Seperti kutipan dari surat An-Nuur ayat 31 “Katakanlah kepada
wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke
dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau
putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.” Bahwa perempuan yang merasa dirinya memiliki rasa iman dalam
hatinya haruslah mengenakan jilbab sesuai dengan tuntutan Islam. Disebutkan
juga mahram bagi perempuan atau orang-orang yang apabila kita tidak berjilbab
dihadapannya tidak ada dosa.
Setiap perempuan terutama remaja haruslah memahami dan mengerti
tentang arti jilbab dan pakaian yang dikenakannya. Mengapa dia mengenakan dan
bagaimana pengaruhnya terhadap dirinya. Pemahaman tentang Islam secara
keseluruhan akan menjadikan perempuan salah satu pondasi untuk membangun
generasi-generasi yang insani demi masa depan yang Islami. Jelas sudah aturan
dan kaidah yang dibuat agar peremuan lebih dihargai. Bahwa perempuan mahkluk
yang suci dan karena kesucian inilah yang mengharuskan perempuan menjaga
auratnya, karena perempuan adalah auratnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar