Rabu, 03 April 2013

DEKADENSI MORAL DALAM BERBUSANA MUSLIMAH




            “Hai anak Adam, Sungguh kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Namun, pakaian taqwa itulah yang paling baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS. al-A’raf[7]: 26) 
Permasalahan yang dihadapi Islam saat ini bukanlah permasalahan pelik seperti dahulu sebelum tersebarnya Islam secara luas di muka bumi ini, misalnya perang. Tidak juga antara pemikiran tokoh satu dengan lainnya. Lebih pada kemerosotan para penganutnya terlebih pada cara berpakaian, utamanya untuk para muslimah.
Kepedulian orang tua pada anak menjadi salah satu faktor yang secara langsung mempengaruhi moral anak itu sendiri. Kebanyakan dari mereka kurang memperhatikan pergaulan anaknya, cenderung cuek juga mendukung apa saja yang anaknya minta dan lakukan, tanpa tahu dengan siapa dan bagaimana anaknya bergaul. Mereka hanya tahu bahwa anak bergaul dengan baik, padahal belum tentu pergaulan yang ada disekitarnya baik untuk moral anaknya. Hal ini yang menjadi salah satu dasar kemerosotan moral selain masalah Agama yang paling utama. Dimana pada masa sekarang ini agama sudah dipisahkan dari kehidupan manusia.
Musuh-musuh Islam sungguh cerdik dalam menggunakan trik penghancuran kepada Islam. Mereka juga menggunakan cara-cara yang lebih halus daripada zaman dahulu. Tehnologi dan media informasi digunakan sebagai alat penghancuran antar sesama umat Islam. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan mereka yakni menjatuhkan Islam kedalam lubang kekufuran.
Pengaruh yang diberikan sangat kuat menjadikan tergesernya moral bangsa. Tidak hanya moral dalam tataran sikap dan karakteristik namun juga pada moral ke Islamanya. Indonesia (dikutip dari Republik Science bersumber dari Kaskus.us) adalah negara dengan penganut Islam 182,570,000 orang. Sebagai Negara yang memiliki banyak penganut Islam, Indonesia menjadi salah satu Negara yang luar biasa. Apakah kualitasnya sesuai dengan kuantitas yang ada untuk saat ini?
Umat Islam mulai mengakulturasikan agamanya dengan budaya-budaya yang datang dari barat. Banyak yang ditiru dari kaum barat seperti cara hidupnya, bergaulnya,  berkomunikasi bahkan sampai cara berpakaiannya. Perempuan dan remaja yang lebih banyak menjadi incaran atau sasaran kaum kafir. Pada usia remaja mereka sedang mencari jati diri tanpa tahu yang benar dan yang buruk. Para remaja di kota besar lebih cenderung meniru hal-hal yang dianggapnya gaul. Sehingga seks bebas pun tidak menjadi suatu yang aneh.
Pakaian adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk menutupi dan melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari sengatan panas ataupun bekunya dingin. Lebih tepatnya lagi sesuatu yang menutupi tubuh. Sudah menjadi fitrah manusia untuk menutupi tubuhnya, sehingga dia dapat melindungi dirinya dari berbagai gangguan dan perubahan cuaca. Fungsi lainnya pakaian dapat menjadi suatu hal yang memperindah penampilan sang pemakai. Lebih dalam lagi pakaian dimaknai sebagai penutup aurat manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
Pakaian Muslimah
            Banyak kita jumpai sekolah-sekolah yang hampir seluruh murid perempuannya berjilbab. Dewasa ini jilbab hanyalah sebagai bentuk ‘keren-keren’, tidak termasuk keren kalau tidak mengenakan jilbab. Bukan menjadi sebuah kewajiban yang memang seharusnya dipakai dan dijaga. Inilah pikiran yang telah tercampuri dengan budaya-budaya orang kafir, dimana mereka tidak akan pernah berhenti mengacaukan fikiran dan keyakinan kita sebelum kita mengikuti mereka. Jika mereka tidak dapat membuat para muslimah melepas hijabnya, maka yang mereka lakukan adalah mempengaruhi muslimah agar berhijab tapi menyimpang dari tuntunan syari’at yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an.
Realitas keadaaan sekarang ini, di Indonesia banyak pengguna jilbab yang menyimpang dari tuntutan yang telah di syari’atkan. Jilbab yang dikenakan hanya digunakan dengan mode tapi tidak berfungsi seperti seharusnya. Banyak fungsi dari jilbab itu sendiri salah satunya adalah penutup aurat. Menutup aurat ini dapat diartikan bahwa apa yang tidak boleh diperlihatkan dan harus ditutupi. Termasuk menutupi dada, sedangakan perempuan era ini mengenakan jilbab hanya sekenanya saja. Asal sudah menutup rambut menurutnya sudah cukup, tapi dada mereka tidak tertutupi dengan rapat.
Banyak juga yang berpakaian layaknya tidak berpakaian, meniru para kaum kafir yakni memakai celana jeans dengan tenang dan bahkan senang apabila lawan jenis memberikan pandangan kepadanya. Lebih parahnya pakaian-pakaian mereka hanya di pentingkan untuk mencari popularitas semata, mengenakan pakaian yang mencolok agar dibicarakan oleh orang lain. Dengan jelas dalam hadist riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah, Allah tidak suka dengan hal yang seperti itu dan menjajikan sebuah pakaian kehinaan di hari kiamat nanti serta membakarnya di neraka. Naudzubillahmin dzalik.
Seperti kutipan dari surat An-Nuur ayat 31 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Bahwa perempuan yang merasa dirinya memiliki rasa iman dalam hatinya haruslah mengenakan jilbab sesuai dengan tuntutan Islam. Disebutkan juga mahram bagi perempuan atau orang-orang yang apabila kita tidak berjilbab dihadapannya tidak ada dosa.
Setiap perempuan terutama remaja haruslah memahami dan mengerti tentang arti jilbab dan pakaian yang dikenakannya. Mengapa dia mengenakan dan bagaimana pengaruhnya terhadap dirinya. Pemahaman tentang Islam secara keseluruhan akan menjadikan perempuan salah satu pondasi untuk membangun generasi-generasi yang insani demi masa depan yang Islami. Jelas sudah aturan dan kaidah yang dibuat agar peremuan lebih dihargai. Bahwa perempuan mahkluk yang suci dan karena kesucian inilah yang mengharuskan perempuan menjaga auratnya, karena perempuan adalah auratnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar